Dipublikasikan 2026-08-28 · Tim Kilat Publikasi
Saat mengurus publikasi jurnal, mahasiswa dan dosen sering menemukan istilah DOI di halaman artikel atau di sertifikat publikasi. Banyak yang menganggapnya sekadar kode teknis tanpa fungsi penting, padahal DOI justru menjadi salah satu penanda keabsahan dan kredibilitas sebuah artikel ilmiah. Memahami apa itu DOI membantu Anda menilai apakah jurnal yang dituju benar-benar terindeks dengan baik.
DOI atau Digital Object Identifier adalah kode unik permanen yang diberikan pada sebuah karya digital, termasuk artikel jurnal ilmiah. Kode ini berfungsi seperti alamat tetap: berapa pun kali sebuah jurnal memindahkan situsnya atau mengubah struktur URL, tautan yang menggunakan DOI akan selalu mengarah ke artikel yang benar. Format DOI biasanya diawali angka 10, diikuti kode penerbit dan kode unik artikel, misalnya 10.1234/nama-jurnal.v1i1.100.
Ada beberapa alasan DOI menjadi perhatian penting dalam proses publikasi ilmiah, terutama bagi mahasiswa yang butuh publikasi sebagai syarat akademik maupun dosen yang mengejar kenaikan pangkat.
Jurnal yang menerbitkan DOI untuk setiap artikelnya umumnya sudah terdaftar di sistem pengelolaan DOI resmi seperti Crossref. Ini menjadi salah satu indikator awal bahwa jurnal tersebut dikelola secara serius, bukan sekadar situs penerbitan tanpa standar.
Saat mengajukan publikasi sebagai syarat sidang atau kelulusan, pihak prodi atau LPPM sering meminta bukti tautan DOI. Dengan DOI, verifikasi menjadi cepat karena artikel dapat langsung diakses tanpa perlu mencari-cari di situs jurnal.
Artikel dengan DOI lebih mudah dikutip oleh peneliti lain karena tautannya stabil dan dapat diindeks oleh mesin pencari akademik seperti Google Scholar. Ini berdampak pada jumlah sitasi yang bisa diperoleh naskah dalam jangka panjang.
Sebelum submit naskah, ada baiknya mengecek riwayat DOI jurnal yang dituju melalui beberapa langkah berikut.
Meski penting, keberadaan DOI saja tidak cukup untuk menilai kredibilitas sebuah jurnal secara menyeluruh. DOI perlu dilihat bersamaan dengan indikator lain seperti status akreditasi Sinta, konsistensi jadwal terbit, dan reputasi penerbit. Beberapa jurnal predator bahkan menyalahgunakan sistem DOI dari agen tidak resmi untuk terlihat kredibel, sehingga tetap perlu kehati-hatian saat memverifikasi.
Jurnal yang sehat biasanya konsisten mencantumkan DOI di setiap artikelnya, dapat diverifikasi langsung di doi.org, dan terindeks di database akademik yang diakui.
DOI adalah kode identitas permanen yang membantu memastikan artikel jurnal Anda mudah ditemukan, dikutip, dan diverifikasi. Bagi mahasiswa maupun dosen yang tengah menyiapkan publikasi ilmiah, memahami dan mengecek DOI adalah bagian dari langkah kehati-hatian sebelum memilih jurnal tujuan.
Jika Anda masih ragu memilih jurnal yang tepat atau ingin dibantu memastikan naskah terbit di jurnal yang benar-benar terindeks dan memiliki DOI aktif, tim Kilat Publikasi siap membantu proses publikasi Anda dari awal hingga terbit.