Dipublikasikan 2026-09-28 · Tim Kilat Publikasi
Bagi dosen maupun mahasiswa yang sedang mengejar publikasi ilmiah, tekanan deadline sering membuat proses memilih jurnal jadi terburu-buru. Sayangnya, di tengah kebutuhan itu, beredar juga jurnal yang mengaku terindeks bereputasi padahal tidak menjalankan proses editorial yang semestinya — dikenal dengan istilah predatory journal. Salah pilih jurnal jenis ini bisa berdampak panjang, mulai dari naskah tidak diakui institusi sampai riwayat publikasi yang justru merugikan karier akademik.
Predatory journal adalah penerbit jurnal yang mengutamakan keuntungan biaya publikasi ketimbang menjaga kualitas dan integritas ilmiah. Ciri utamanya adalah proses review yang nyaris tidak ada, namun tetap menerima biaya dari penulis dengan janji naskah "pasti terbit". Istilah ini pertama kali populer lewat daftar yang disusun pustakawan Jeffrey Beall, dan sampai sekarang tetap jadi perhatian serius komunitas akademik internasional maupun di Indonesia.
Bagi dosen, publikasi di jurnal predator berisiko tidak diakui untuk kenaikan pangkat atau malah menjadi catatan negatif saat penilaian portofolio akademik. Bagi mahasiswa, naskah yang dipakai sebagai syarat kelulusan bisa ditolak institusi kampus karena jurnal tujuan dianggap tidak kredibel — artinya usaha dan biaya yang sudah dikeluarkan berisiko sia-sia.
Beberapa langkah dasar yang bisa dilakukan sebelum memutuskan submit naskah ke sebuah jurnal:
Memverifikasi kredibilitas jurnal satu per satu memang memakan waktu, apalagi di tengah kesibukan menyusun naskah. Tim Kilat Publikasi membantu proses pengecekan dan pencocokan jurnal sesuai bidang keilmuan, dengan legalitas perusahaan yang bisa dicek langsung di halaman legalitas kami. Ada pertanyaan seputar prosesnya? Lihat juga jawaban umum di bagian FAQ atau konsultasikan kebutuhan publikasi Anda langsung bersama tim kami.