Dipublikasikan 2026-09-15 · Tim Kilat Publikasi
Banyak mahasiswa mengira setiap jurnal SINTA pasti bisa langsung dihubungi lewat WhatsApp, sama seperti kebiasaan komunikasi sehari-hari. Kenyataannya, cukup banyak jurnal yang websitenya aktif tapi sama sekali tidak mencantumkan nomor WA atau telepon — hanya menyediakan email, atau bahkan tidak keduanya. Kalau naskahmu sudah mepet deadline sidang, ini bisa jadi masalah kalau tidak tahu jalan alternatifnya.
Dari basis data internal yang kami rekap dari 16.774 jurnal SINTA, sebanyak 12.454 jurnal sempat dicek langsung ke websitenya masing-masing. Sekitar 8.872 di antaranya (71,2%) berhasil diakses dan datanya terekstrak. Namun dari jumlah itu, hanya 65,5% yang mencantumkan nomor WhatsApp atau telepon aktif — artinya lebih dari sepertiga jurnal yang websitenya jelas-jelas hidup pun hanya mengandalkan email sebagai satu-satunya kanal kontak resmi.
Pola ini konsisten di berbagai tier: pada sampel tier S3 misalnya, jurnal yang mencantumkan kontak WA/telepon bahkan hanya sekitar 9% — jauh lebih rendah dari rata-rata keseluruhan. Semakin turun tingkatan tier, kecenderungannya kontak yang tersedia semakin terbatas ke email saja.
Kebanyakan jurnal SINTA dikelola lewat platform OJS (Open Journal System) yang secara desain memang berorientasi ke email sebagai kanal komunikasi resmi antara penulis dan editorial — bukan chat instan. Sebagian editorial jurnal juga dikelola paruh waktu oleh dosen atau staf LPPM yang sengaja tidak membuka jalur WA supaya komunikasi tetap terdokumentasi dan tidak bercampur dengan nomor pribadi.
Cari alamat email editorial di halaman "About" atau "Contact" OJS, bukan email umum universitas — email khusus jurnal biasanya direspons oleh tim editorial langsung, bukan bagian administrasi kampus.
Jurnal yang jarang di-update juga cenderung lambat merespons email. Sebelum menunggu terlalu lama, pastikan dulu jurnalnya masih aktif menerbitkan — bukan sekadar terdaftar tapi sebenarnya sudah lama tidak jalan, seperti yang kami bahas di jurnal Sinta terdaftar tapi website mati.
Kalau email atau nomor yang tercantum ternyata sama persis dengan jurnal lain yang tidak berhubungan, itu tanda kontaknya bukan milik editorial jurnal tersebut secara spesifik — kami sudah bahas polanya di ciri kontak jurnal SINTA yang bukan editorial asli.
Kalau sudah dicoba berkali-kali tapi email tidak direspons, daripada terus menunggu tanpa kepastian, tim yang sudah terbiasa berkomunikasi dengan editorial jurnal biasanya punya jalur dan cara pendekatan yang lebih efektif.
Susahnya menghubungi editorial bukan alasan untuk asal pilih jurnal lain yang lebih mudah dikontak tapi belum tentu sesuai kebutuhan publikasimu. Pastikan juga info biaya yang tercantum di website sudah benar-benar akurat sebelum submit, seperti yang kami jelaskan di cara cek biaya publikasi jurnal Sinta sebelum submit.
Kesulitan menghubungi jurnal tujuanmu? Konsultasi gratis lewat WhatsApp dengan tim Kilat Publikasi, kami bantu carikan jalur komunikasi yang tepat dengan editorial jurnal.