Dipublikasikan 2026-09-09 · Tim Kilat Publikasi
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari dosen maupun mahasiswa yang baru mau submit jurnal adalah: naskah yang sedang disusun ini termasuk original research article atau review article? Pertanyaan ini penting karena banyak jurnal punya template, struktur, dan kriteria review yang berbeda untuk dua jenis artikel ini. Salah kategori dari awal bisa bikin naskah ditolak di tahap screening sebelum sempat dibaca reviewer.
Original research article adalah laporan hasil penelitian asli yang dilakukan penulis sendiri — mulai dari pengumpulan data, eksperimen atau survei, analisis, sampai kesimpulan. Struktur umumnya mengikuti format IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion). Sebagian besar skripsi, tesis, dan disertasi yang diubah menjadi artikel jurnal masuk kategori ini, karena memang berisi temuan baru dari penelitian lapangan, laboratorium, atau analisis data primer/sekunder yang diolah sendiri oleh penulis.
Review article tidak melaporkan penelitian baru, melainkan merangkum, membandingkan, dan mensintesis penelitian-penelitian yang sudah pernah diterbitkan tentang satu topik tertentu. Tujuannya memberi gambaran menyeluruh soal state of the art suatu bidang, mengidentifikasi celah penelitian (research gap), atau memetakan tren perkembangan sebuah topik. Jenis yang umum dijumpai antara lain literature review, systematic review, dan meta-analysis — masing-masing punya metode penyusunan yang berbeda ketatnya.
Kalau naskah berangkat dari data yang dikumpulkan sendiri lewat penelitian — baik itu skripsi, tesis, disertasi, maupun riset mandiri — maka jalurnya adalah original research article. Kalau tujuannya memetakan atau mengevaluasi literatur yang sudah ada tanpa mengumpulkan data baru, itu masuk kategori review article. Banyak jurnal SINTA membuka kedua kategori ini, tapi tidak semua — beberapa jurnal secara eksplisit hanya menerima original research, jadi ini wajib dicek di halaman "Focus and Scope" atau "Author Guidelines" jurnal tujuan sebelum submit.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menulis naskah dengan gaya campur aduk — misalnya skripsi berbasis data primer tapi ditulis seperti tinjauan literatur tanpa metode yang jelas, atau sebaliknya, review article yang tidak menyebutkan metode pencarian dan seleksi sumber sama sekali. Reviewer jurnal biasanya langsung menandai ini sebagai kelemahan metodologis. Pastikan juga judul dan abstrak mencerminkan jenis artikelnya dengan jelas, karena editor jurnal sering melakukan screening awal hanya dari dua bagian itu.
Kalau masih ragu naskah Anda lebih cocok masuk kategori yang mana, atau butuh bantuan menyesuaikan struktur naskah dengan jenis artikel dan jurnal tujuan, tim Kilat Publikasi bisa bantu review dan arahkan dari awal. Lihat alur kerja pendampingan publikasi kami atau langsung hubungi tim kami untuk konsultasi.