Dipublikasikan 2026-08-12 · Tim Kilat Publikasi
Banyak calon klien bertanya: apa sebenarnya perbedaan Sinta 1 sampai Sinta 6, dan level mana yang paling cocok dengan kebutuhan mereka? Enam tingkatan ini sering membingungkan karena semuanya disebut "jurnal terakreditasi Sinta", padahal syarat, tingkat kesulitan, dan waktu prosesnya jauh berbeda. Artikel ini merangkum perbedaan tiap level supaya Anda bisa memilih dengan tepat sejak awal, bukan asal pilih lalu menyesal di tengah jalan.
Sinta (Science and Technology Index) adalah sistem pemeringkatan jurnal ilmiah nasional yang dikelola Kemdiktisaintek. Setiap jurnal dinilai berdasarkan tata kelola redaksi, kualitas artikel, tingkat sitasi, dan konsistensi jadwal terbit, lalu diberi skor yang menentukan levelnya. Semakin tinggi skor, semakin ketat standar jurnal tersebut — dan semakin diakui pula nilainya untuk keperluan akademik seperti kelulusan atau kenaikan pangkat.
Rentang skor resminya: Sinta 6 (30-39), Sinta 5 (40-49), Sinta 4 (50-59), Sinta 3 (60-69), Sinta 2 (70-84), dan Sinta 1 (85-100) sebagai level tertinggi. Sinta 6-5 umumnya jurnal yang baru terakreditasi atau masih membangun reputasi, sedangkan Sinta 1 biasanya sudah punya proses review yang sangat ketat dan kerap terindeks di basis data internasional. Skor ini bisa berubah tiap periode akreditasi, jadi status sebuah jurnal tidak permanen.
Untuk mahasiswa S1 yang butuh publikasi sebagai syarat kelulusan atau pengganti skripsi, level Non-Sinta/Garuda atau Sinta 6/5 biasanya sudah cukup dan lebih realistis dari sisi waktu. Mahasiswa S2/S3 yang jadi syarat sidang umumnya diarahkan ke Sinta 4 atau Sinta 3. Sementara dosen yang mengejar kenaikan pangkat ke lektor kepala atau guru besar sering kali disyaratkan minimal Sinta 2 atau Sinta 1. Catatan penting: syarat ini selalu ditentukan kampus atau prodi masing-masing, jadi tetap cek pedoman resmi institusi Anda sebelum memutuskan.
Semakin tinggi levelnya, semakin ketat proses review, semakin panjang antrean terbitan, dan semakin tinggi standar orisinalitas serta metodologi yang dituntut editor. Ini yang membuat biaya dan estimasi waktu publikasi naik seiring naiknya level Sinta. Rincian kisaran biaya tiap level bisa dicek di artikel kami sebelumnya soal biaya publikasi jurnal Sinta 1-6.
Jangan hanya percaya klaim level dari penerbit atau jasa publikasi manapun — cek langsung statusnya di portal resmi sinta.kemdiktisaintek.go.id, karena skor dan indeksasi bisa berubah tiap periode. Verifikasi ini juga penting untuk menghindari jurnal predator yang mengaku terindeks Sinta padahal tidak — panduan lengkapnya ada di artikel cara membedakan jurnal legal vs predator. Di Kilat Publikasi, proses matching jurnal selalu berbasis data Sinta terkini, bukan asumsi atau data lama.
Perbedaan Sinta 1-6 pada dasarnya soal skor, ketatnya proses review, dan reputasi jurnal — semakin tinggi levelnya, semakin besar pula waktu dan biaya yang dibutuhkan. Pilih level sesuai syarat resmi institusi Anda, bukan sekadar mengejar level tertinggi tanpa kebutuhan yang jelas. Kalau masih ragu level mana yang paling pas untuk kebutuhan Anda, konsultasikan langsung lewat halaman Kontak kami — tim Kilat Publikasi bisa bantu memetakan pilihan jurnal yang realistis sejak awal.