Dipublikasikan 2026-10-07 · Tim Kilat Publikasi
Artikel yang sudah terbit di jurnal ternyata bisa tetap "diperbaiki" tanpa harus ditarik dari peredaran. Dua istilah yang sering muncul untuk perbaikan semacam ini adalah errata dan corrigendum. Keduanya berbeda dari retraction jurnal yang berarti penarikan artikel secara permanen karena masalah integritas yang serius.
Errata adalah pemberitahuan resmi dari pihak penerbit atau editor jurnal mengenai kesalahan yang terjadi selama proses produksi naskah, misalnya salah ketik pada nama penulis, afiliasi institusi, nomor halaman, atau kesalahan tata letak tabel. Kesalahan ini biasanya bukan tanggung jawab penulis, melainkan luput saat proses editing atau layout di pihak jurnal.
Corrigendum (jamak: corrigenda) diajukan oleh penulis sendiri untuk memperbaiki kesalahan pada isi naskah yang sudah terbit, misalnya kesalahan rumus, data numerik yang keliru ditulis, atau kalimat yang menimbulkan ambiguitas makna. Karena berasal dari penulis, corrigendum umumnya melalui proses review singkat oleh editor sebelum diterbitkan sebagai catatan resmi yang menyertai artikel asli.
Perbedaan paling mendasar ada pada tingkat keparahan masalah dan status akhir artikel:
Jurnal yang kredibel biasanya punya kebijakan koreksi pascaterbit yang jelas dan tercantum di halaman panduan penulis (author guidelines) mereka.
Memahami perbedaan ini penting supaya penulis tidak panik berlebihan saat menemukan kesalahan kecil pada naskah yang sudah terbit. Kesalahan minor yang murni redaksional umumnya cukup diajukan sebagai corrigendum ke editor jurnal, bukan sesuatu yang mengharuskan penarikan artikel. Di sisi lain, memahami ambang batas ini juga mengingatkan penulis untuk lebih teliti memeriksa naskah sebelum submit agar terhindar dari kesalahan yang berujung pada proses koreksi formal.
Kalau kamu masih ragu soal proses publikasi jurnal SINTA, mulai dari memilih jurnal yang tepat sampai memeriksa naskah sebelum submit, hubungi tim Kilat Publikasi untuk konsultasi.