Dipublikasikan 2026-09-30 · Tim Kilat Publikasi
Banyak penulis mengira plagiarisme hanya berarti menyalin karya orang lain. Padahal, menggunakan ulang tulisan, data, atau hasil penelitian milik sendiri tanpa atribusi yang benar juga bisa dikategorikan pelanggaran etika publikasi. Fenomena ini disebut self-plagiarism, dan tidak sedikit naskah ditolak atau ditarik kembali (retraction) karena penulisnya tidak menyadari batasannya.
Self-plagiarism adalah tindakan menggunakan kembali sebagian besar teks, data, atau temuan dari karya sendiri yang sudah pernah dipublikasikan, tanpa mencantumkan sitasi atau izin dari penerbit sebelumnya, lalu menyajikannya seolah-olah sebagai karya baru yang orisinal. Banyak jurnal, termasuk yang terindeks SINTA, kini menjalankan pengecekan similarity terhadap database publikasi penulis sendiri, bukan hanya terhadap karya orang lain.
Sebagian besar jurnal mewajibkan pernyataan orisinalitas (originality statement) saat submit naskah. Jika similarity checker seperti Turnitin mendeteksi kemiripan tinggi dengan publikasi penulis sendiri sebelumnya, editor berhak menolak naskah di tahap screening awal — bahkan sebelum masuk proses review. Lihat juga panduan kami soal batas similarity Turnitin yang aman untuk jurnal. Pada kasus yang lebih serius dan baru ketahuan setelah terbit, jurnal dapat menerbitkan retraction notice yang tercatat permanen dan berdampak pada rekam jejak akademik penulis, termasuk untuk keperluan kenaikan pangkat atau syarat sidang.
Self-plagiarism sering terjadi bukan karena niat curang, melainkan karena kurang memahami batasannya. Sebelum submit naskah, ada baiknya melakukan pengecekan menyeluruh — mulai dari orisinalitas isi, kelengkapan dokumen, hingga checklist dokumen wajib sebelum submit jurnal. Tim Kilat Publikasi siap membantu Anda memeriksa kesiapan naskah sebelum dikirim ke jurnal tujuan. Konsultasikan naskah Anda secara gratis di sini.