Beranda / Blog / Batas Similarity Turnitin untuk Jurnal: Berapa Aman?
Blog

Batas Similarity Turnitin untuk Jurnal: Berapa Aman?

Dipublikasikan 2026-08-20 · Tim Kilat Publikasi

Sebelum naskah dikirim ke jurnal, hampir semua pengelola jurnal ilmiah di Indonesia mewajibkan hasil cek similarity (kemiripan teks) dari alat seperti Turnitin atau iThenticate. Banyak penulis pemula bingung: berapa persen similarity yang sebenarnya masih dianggap aman, dan berapa yang sudah dianggap indikasi plagiarisme? Artikel ini merangkum panduan umum yang biasa dipakai jurnal dan kampus di Indonesia.

Apa Itu Similarity Check dan Kenapa Jurnal Mewajibkannya

Similarity check membandingkan teks naskah dengan basis data jutaan publikasi, situs web, dan naskah lain yang pernah diindeks alat tersebut, lalu menghasilkan skor persentase kemiripan. Jurnal mewajibkan pengecekan ini bukan semata untuk mendeteksi plagiarisme, tapi juga untuk menjaga orisinalitas kontribusi ilmiah dan menghindari duplikasi publikasi (self-plagiarism) dari naskah yang pernah terbit di tempat lain.

Berapa Persen Similarity yang Umumnya Dianggap Aman

Tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua jurnal, karena setiap penerbit dan kampus punya kebijakan sendiri. Namun sebagai gambaran umum yang banyak dipakai di lingkungan akademik Indonesia, skor similarity total di bawah 20-25% biasanya masih bisa diterima, dengan catatan similarity dari satu sumber tunggal (kecuali kutipan wajib) tidak terlalu dominan. Beberapa jurnal SINTA menetapkan ambang lebih ketat, jadi langkah paling aman adalah selalu mengecek panduan penulis (author guidelines) di jurnal tujuan sebelum submit.

Bedanya Similarity Tinggi karena Kutipan vs Plagiarisme

Skor similarity yang tinggi tidak otomatis berarti plagiarisme. Turnitin dan sejenisnya menghitung semua kemiripan teks, termasuk kutipan yang sudah diberi atribusi benar, daftar pustaka, istilah teknis baku, dan frasa umum di bidang ilmu tertentu. Reviewer jurnal biasanya membaca laporan similarity secara manual, bukan sekadar melihat angka akhir, untuk membedakan kemiripan yang wajar dari kemiripan yang mengindikasikan penulisan ulang tanpa atribusi yang jelas.

Cara Menurunkan Similarity Score Sebelum Submit

Beberapa langkah praktis yang biasa dilakukan penulis: parafrase kalimat dengan struktur dan kosakata sendiri alih-alih menyalin lalu mengganti sedikit kata, pastikan setiap kutipan langsung diberi tanda kutip dan sitasi yang benar, kurangi ketergantungan pada satu sumber referensi, dan periksa ulang bagian metodologi karena bagian ini sering punya similarity tinggi akibat istilah teknis baku. Untuk memastikan naskah lolos tahap verifikasi jurnal yang dituju, baca juga panduan cek jurnal predator sebelum submit di blog ini.

Kesimpulan

Similarity check adalah bagian normal dari proses publikasi ilmiah, bukan sesuatu yang perlu dihindari. Yang penting dipahami adalah membaca laporan similarity secara kontekstual, memperbaiki bagian yang benar-benar bermasalah, dan mengikuti ambang batas yang ditetapkan jurnal tujuan. Kalau butuh pendampingan mulai dari penulisan sampai submit ke jurnal terakreditasi, hubungi tim Kilat Publikasi lewat halaman Kontak untuk konsultasi gratis.

Artikel Terkait

Butuh bantuan langsung? Konsultasi gratis via WhatsApp.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬