Beranda / Blog / Apa Itu Corresponding Author dalam Jurnal?
Blog

Apa Itu Corresponding Author dalam Jurnal?

Dipublikasikan 2026-10-10 · Tim Kilat Publikasi

Saat tim penulis terdiri dari dua orang atau lebih, salah satu nama biasanya ditandai sebagai corresponding author. Perannya sering disepelekan, padahal posisi ini punya tanggung jawab khusus sepanjang proses submission sampai artikel terbit — dan kalau salah pilih, bisa bikin proses publikasi jurnal SINTA atau OJS jadi berantakan.

Apa Bedanya dengan Penulis Biasa?

Semua penulis yang tercantum di artikel punya kontribusi ilmiah dan berbagi kredit atas karya tersebut. Corresponding author adalah satu nama yang ditunjuk sebagai titik kontak resmi antara tim penulis dan pihak jurnal (editor, reviewer, bagian produksi) selama proses editorial berjalan.

Tugas Utama Corresponding Author

  • Mengirim manuskrip dan dokumen pendukung saat submission di OJS
  • Menerima dan merespons catatan reviewer maupun editor
  • Mengoordinasikan revisi dengan seluruh anggota tim penulis
  • Mengonfirmasi galley proof sebelum artikel naik cetak
  • Jadi kontak publik di artikel terbit untuk pertanyaan pembaca atau sitasi

Kenapa Peran Ini Penting Dicek Sebelum Submit

Banyak tim penulis — terutama mahasiswa yang menulis bersama dosen pembimbing atau rekan satu angkatan — baru memikirkan siapa yang jadi corresponding author belakangan, padahal ini sebaiknya disepakati di awal. Beberapa alasannya:

1. Respons Cepat Memengaruhi Jadwal Terbit

Editor jurnal biasanya memberi tenggat waktu untuk revisi minor maupun major. Kalau corresponding author sulit dihubungi atau jarang cek email, revisi bisa terlambat dan artikel berisiko didrop dari antrean volume yang sedang berjalan.

2. Identitas yang Tercantum Permanen

Nama dan afiliasi corresponding author umumnya tertera jelas di halaman pertama artikel beserta alamat email kontak. Setelah artikel terbit, data ini sulit diubah — jadi pastikan email yang didaftarkan aktif dan bukan email yang akan hangus setelah lulus kuliah.

3. ORCID Sering Diwajibkan Khusus untuk Corresponding Author

Beberapa jurnal mewajibkan ORCID minimal untuk corresponding author, meski tidak semua penulis lain diwajibkan sama. Kalau belum punya, siapkan dulu sebelum submission agar tidak jadi penghambat di menit-menit akhir.

Cara Menentukan Siapa yang Jadi Corresponding Author

Tidak ada aturan baku yang berlaku di semua jurnal, tapi praktik umum yang sering dipakai:

  • Penulis yang paling aktif berkomunikasi dengan editor selama proses penelitian
  • Penulis dengan akses email paling stabil untuk jangka panjang (bukan email kampus yang akan nonaktif)
  • Disepakati bersama di awal, bukan diputuskan sepihak menjelang submit

Beberapa jurnal mengizinkan lebih dari satu corresponding author untuk artikel dengan tim lintas institusi, tapi ini tetap tergantung kebijakan masing-masing penerbit — selalu cek author guidelines jurnal tujuan sebelum submit.

Kesimpulan

Corresponding author bukan sekadar status administratif — perannya menentukan seberapa lancar proses revisi, seberapa cepat artikel merespons catatan reviewer, dan siapa yang jadi kontak permanen di artikel yang sudah terbit. Diskusikan peran ini dengan tim penulis sejak awal, bukan setelah manuskrip siap dikirim.

Masih bingung menyiapkan dokumen publikasi jurnal dari awal, termasuk ORCID dan DOI? Konsultasi gratis bersama tim Kilat Publikasi.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬