Beranda / Blog / Apa Itu ORCID dan Kenapa Wajib Dimiliki Penulis Jurnal?
Blog

Apa Itu ORCID dan Kenapa Wajib Dimiliki Penulis Jurnal?

Dipublikasikan 2026-10-09 · Tim Kilat Publikasi

Kalau kamu pernah mengisi formulir submission di sistem OJS jurnal SINTA dan menemukan kolom "ORCID iD", kamu tidak sendirian kalau sempat bingung harus isi apa. ORCID sering dianggap sepele, padahal perannya penting untuk identitas akademik penulis — terutama kalau kamu berencana publikasi lebih dari sekali.

Apa Itu ORCID?

ORCID (Open Researcher and Contributor ID) adalah pengenal digital unik berupa 16 digit angka yang melekat permanen pada satu peneliti atau penulis, terlepas dari berapa kali dia ganti institusi, jurusan, atau gelar. Format ID-nya standar, misalnya 0000-0002-1825-0097, dan bisa didaftarkan gratis lewat orcid.org.

Berbeda dengan nama penulis yang bisa sama antara satu orang dengan orang lain (apalagi nama yang umum di Indonesia), ORCID memastikan karya ilmiahmu tertaut ke satu identitas yang tidak ambigu.

Kenapa ORCID Penting untuk Penulis Jurnal SINTA?

  • Menghindari duplikasi identitas. Banyak jurnal SINTA kini menyertakan kolom ORCID di form submission OJS karena nama penulis yang sama persis cukup umum terjadi, dan ORCID membantu editor memastikan rekam jejak publikasi merujuk ke orang yang tepat.
  • Rekam jejak publikasi terkumpul di satu tempat. Setiap artikel yang kamu daftarkan ke profil ORCID akan tercatat sebagai riwayat publikasi yang bisa diverifikasi, berguna saat melampirkan CV akademik atau berkas kenaikan pangkat.
  • Diakui lintas jurnal dan database internasional. ORCID terhubung dengan banyak sistem indeksasi dan penerbit di seluruh dunia, jadi satu ID yang sama bisa dipakai berulang untuk submission di jurnal berbeda, termasuk jurnal internasional.
  • Gratis dan sekali daftar untuk seumur hidup akademik. Tidak ada biaya perpanjangan atau syarat institusi tertentu untuk mendaftar.

Cara Mendapatkan ORCID

Pendaftaran dilakukan mandiri di situs resmi orcid.org: isi nama, email, dan afiliasi institusi, lalu verifikasi email. Setelah ID aktif, lengkapi profil dengan riwayat pendidikan dan publikasi yang sudah ada agar rekam jejakmu langsung terlihat lengkap saat dicantumkan di submission jurnal berikutnya.

Kapan ORCID Diminta Saat Submit Jurnal?

Umumnya ORCID diminta di tahap pengisian data penulis pada form submission OJS, sebelum atau bersamaan dengan unggah naskah. Kalau kamu belum punya, sebaiknya daftar dulu sebelum mulai proses submit jurnal lewat OJS supaya tidak perlu bolak-balik di tengah proses. ORCID ini juga sering jadi salah satu dokumen pendukung yang perlu disiapkan sebelum submit.

Kesimpulan

ORCID bukan sekadar formalitas — ini identitas akademik yang akan terus menempel di setiap publikasimu. Kalau kamu masih bingung soal proses submission, dokumen pendukung, atau mau konsultasi publikasi jurnal SINTA dari awal, hubungi tim Kilat Publikasi atau lihat dulu bagaimana proses kerja kami.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬