Beranda / Blog / Apa Itu Cover Letter Jurnal dan Cara Menulisnya?
Blog

Apa Itu Cover Letter Jurnal dan Cara Menulisnya?

Dipublikasikan 2026-10-13 · Tim Kilat Publikasi

Banyak penulis pemula fokus habis-habisan menyiapkan naskah, tapi lupa satu dokumen kecil yang sering jadi kesan pertama di mata editor: cover letter. Dokumen ini singkat, tapi isinya menentukan apakah naskah langsung masuk tahap review atau malah dikembalikan karena dianggap tidak lengkap.

Apa Itu Cover Letter dalam Submission Jurnal?

Cover letter jurnal adalah surat pengantar singkat yang disertakan saat mengunggah naskah ke sistem OJS (Open Journal System) atau dikirim langsung ke editor-in-chief. Fungsinya memperkenalkan naskah secara ringkas sebelum editor membaca isi lengkapnya, sekaligus menegaskan beberapa pernyataan penting yang menjadi syarat etik publikasi.

Kapan Cover Letter Dibutuhkan?

Hampir semua jurnal Sinta yang memakai OJS menyediakan kolom khusus untuk cover letter pada tahap submission, biasanya di langkah "Comments for the Editor" atau unggahan file terpisah. Beberapa jurnal menjadikannya wajib, sebagian lain opsional — tapi menyertakannya tetap disarankan karena menunjukkan naskah disiapkan secara serius.

Isi Wajib dalam Cover Letter Jurnal

Struktur cover letter tidak perlu panjang, tapi sebaiknya mencakup poin-poin ini:

  • Pernyataan orisinalitas — naskah adalah karya asli dan belum pernah dipublikasikan atau sedang direview di jurnal lain.
  • Kesesuaian dengan scope jurnal — jelaskan singkat mengapa topik naskah relevan dengan fokus dan bidang keilmuan jurnal yang dituju.
  • Ringkasan kontribusi penelitian — satu-dua kalimat tentang temuan utama atau nilai tambah penelitian dibanding studi sebelumnya.
  • Pernyataan tidak ada conflict of interest — menegaskan tidak ada konflik kepentingan yang memengaruhi hasil penelitian.
  • Daftar penulis dan corresponding author — sebutkan siapa yang menjadi penulis korespondensi beserta kontak aktifnya.

Beberapa jurnal juga meminta penulis menyertakan usulan reviewer (suggested reviewer) di cover letter, meski ini sifatnya opsional dan keputusan akhir tetap di tangan editor.

Cara Menulis Cover Letter yang Efektif

Cover letter yang baik biasanya singkat — cukup setengah sampai satu halaman. Gunakan bahasa formal, sapa editor-in-chief dengan nama jika diketahui (bukan "Dear Editor" generik), dan langsung ke poin tanpa bertele-tele. Hindari mengulang abstrak secara utuh; cukup highlight kontribusi dan relevansinya dengan jurnal tujuan.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan pada cover letter penulis pemula: menyalin template dari naskah lain tanpa mengganti nama jurnal tujuan, lupa mencantumkan pernyataan orisinalitas, dan menulis terlalu panjang sehingga poin pentingnya tidak terlihat jelas oleh editor yang membaca ratusan submission setiap bulan.

Kaitannya dengan Dokumen Submission Lain

Cover letter adalah salah satu dari beberapa dokumen yang dibutuhkan sebelum submit jurnal, dan biasanya disiapkan bersamaan saat mengikuti langkah-langkah submit jurnal lewat OJS. Menyiapkan semuanya dengan rapi sejak awal membantu proses review berjalan lebih lancar.

Butuh Bantuan Menyiapkan Naskah dan Dokumen Submission?

Tim Kilat Publikasi membantu pendampingan dari penyusunan naskah, dokumen pendukung seperti cover letter, hingga matching jurnal Sinta yang sesuai bidang. Konsultasikan kebutuhan publikasi Anda atau cek FAQ seputar proses publikasi sebelum memulai.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬