Dipublikasikan 2026-08-26 · Tim Kilat Publikasi
Banyak naskah yang sebenarnya sudah bagus secara isi tapi tertahan atau bahkan desk reject bukan karena kualitas penelitiannya, melainkan karena kelengkapan dokumen pendukung yang kurang rapi. Editor jurnal biasanya memeriksa berkas administratif ini di tahap paling awal, sebelum naskah dikirim ke reviewer. Berikut daftar dokumen yang sebaiknya Anda siapkan lebih dulu supaya proses submit berjalan lancar.
Setiap jurnal punya format penulisan sendiri: margin, jenis huruf, struktur heading, sampai gaya sitasi (APA, IEEE, Vancouver, dll). Naskah yang masih memakai format skripsi atau template jurnal lain adalah salah satu penyebab paling umum naskah dikembalikan tanpa direview. Selalu unduh template resmi dari halaman "Author Guidelines" jurnal tujuan dan sesuaikan naskah sebelum submit.
Sebagian besar jurnal Sinta mensyaratkan lampiran hasil cek similarity dengan ambang batas tertentu. Pastikan hasil cek ini masih baru dan sesuai standar jurnal tujuan — pembahasan lebih lengkap soal ambang batas yang aman bisa dibaca di artikel Batas Similarity Turnitin untuk Jurnal.
Dokumen ini menyatakan bahwa naskah adalah karya asli, belum pernah dipublikasikan di tempat lain, dan tidak sedang diajukan ke jurnal lain secara bersamaan (isu multiple submission). Beberapa jurnal menyediakan template sendiri, sebagian lain menerima format umum asalkan mencantumkan identitas penulis dan judul naskah dengan jelas.
Surat pengantar singkat yang menjelaskan kontribusi utama penelitian dan alasan naskah relevan dengan ruang lingkup jurnal tersebut. Cover letter yang baik membantu editor memahami nilai penting naskah Anda sebelum masuk tahap review — sekaligus jadi kesempatan menunjukkan bahwa naskah sudah ditulis sesuai fokus jurnal, bukan asal kirim.
Untuk penelitian yang melibatkan responden, data lapangan, atau eksperimen, sebagian jurnal meminta lampiran tambahan seperti persetujuan etik (ethical clearance), instrumen penelitian, atau data mentah. Cek kebutuhan ini di author guidelines sebelum submit agar tidak ada revisi ulang di tahap akhir hanya karena dokumen pendukung tertinggal.
Nama penulis, afiliasi institusi, dan urutan co-author harus konsisten di seluruh dokumen — naskah, cover letter, hingga sistem submission online jurnal. Kalau melibatkan dosen pembimbing sebagai co-author, pastikan urutan dan perannya sudah disepakati lebih dulu. Panduan lengkapnya ada di artikel Cara Memilih Co-Author Publikasi Jurnal.
Editor jurnal menangani ratusan naskah masuk setiap bulan. Berkas yang tidak lengkap membuat naskah antre lebih lama di tahap administrasi, bahkan berisiko dikembalikan sebelum sempat dinilai reviewer. Menyiapkan dokumen secara lengkap sejak awal adalah cara paling sederhana untuk mempercepat proses publikasi tanpa mengorbankan kualitas naskah itu sendiri.
Kalau Anda masih bingung dokumen apa saja yang dibutuhkan jurnal tujuan atau ingin memastikan naskah sudah siap submit, tim Kilat Publikasi siap membantu mengecek kelengkapannya. Konsultasi gratis di sini.