Beranda / Blog / Apa Itu Double-Blind Review Jurnal?
Blog

Apa Itu Double-Blind Review Jurnal?

Dipublikasikan 2026-10-12 · Tim Kilat Publikasi

Saat naskah dinyatakan "sedang direview", banyak penulis pemula tidak sadar bahwa proses review itu sendiri punya beberapa model berbeda. Dua istilah yang paling sering muncul di halaman "About" atau pedoman penulis jurnal adalah single-blind review dan double-blind review. Memahami bedanya membantu penulis tahu apa yang bisa dan tidak bisa diharapkan dari proses review naskahnya.

Apa Itu Single-Blind Review

Dalam model single-blind, identitas reviewer dirahasiakan dari penulis, tapi reviewer tetap bisa melihat nama dan afiliasi penulis naskah. Ini model yang paling umum dipakai jurnal, termasuk banyak jurnal nasional terakreditasi SINTA.

Konsekuensi Model Single-Blind

  • Reviewer berpotensi bias terhadap nama besar penulis atau afiliasi kampus tertentu, baik secara sadar maupun tidak
  • Penulis tidak tahu siapa yang mereview naskahnya, sehingga sulit menilai relevansi keahlian reviewer dengan topik yang ditulis
  • Prosesnya relatif lebih cepat dijalankan editor karena tidak perlu menyamarkan identitas naskah

Apa Itu Double-Blind Review

Dalam model double-blind, baik identitas penulis maupun reviewer sama-sama dirahasiakan dari kedua belah pihak. Naskah yang masuk biasanya diminta sudah "dibutakan" terlebih dahulu — nama penulis, afiliasi, dan ucapan terima kasih yang bisa mengidentifikasi penulis dihapus dari file yang dikirim ke reviewer.

Kenapa Model Ini Dianggap Lebih Objektif

Tujuannya supaya penilaian reviewer murni berdasarkan kualitas isi naskah, bukan siapa penulisnya atau dari institusi mana asalnya. Banyak jurnal internasional bereputasi, termasuk yang terindeks Scopus kuartil tinggi, mewajibkan model ini sebagai standar.

Yang Perlu Disiapkan Penulis

  • Hapus nama dan afiliasi dari file manuscript utama, pindahkan ke file terpisah (title page) sesuai permintaan jurnal
  • Periksa metadata file Word/PDF — nama penulis kadang masih tersimpan di properti dokumen meski sudah dihapus dari teks
  • Hindari referensi diri yang eksplisit seperti "sebagaimana telah kami teliti sebelumnya (Nama, Tahun)" — ganti dengan kalimat netral orang ketiga

Kenapa Penulis Perlu Tahu Model Review Jurnal Tujuannya

Mengetahui model review sejak awal membantu penulis menyiapkan naskah dengan format yang tepat sebelum submit, menghindari dokumen yang kurang lengkap yang bisa memperlambat proses. Ini juga relevan saat membaca hasil revisi dari reviewer — komentar reviewer di model double-blind biasanya ditulis lebih hati-hati karena mereka juga tidak tahu siapa yang akan membaca balasannya.

Informasi model review biasanya tercantum di halaman "Peer Review Process" atau pedoman penulis (author guidelines) jurnal tujuan — bagian yang sama yang juga menjelaskan jenis artikel yang diterima dan tahap galley proof setelah naskah diterima.

Kesimpulan

Single-blind menyembunyikan identitas reviewer dari penulis, sementara double-blind menyembunyikan identitas kedua belah pihak untuk meminimalkan bias penilaian. Keduanya sah dan masing-masing jurnal punya kebijakannya sendiri — yang penting penulis mengecek dan menyiapkan naskah sesuai format yang diminta sebelum submit.

Butuh bantuan menyiapkan naskah sesuai format jurnal tujuan, termasuk model review yang diminta? Konsultasi gratis bersama tim Kilat Publikasi.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬