Dipublikasikan 2026-08-23 · Tim Kilat Publikasi
Bagi banyak mahasiswa S1 yang menempuh jalur publikasi jurnal sebagai pengganti skripsi, co-author bukan sekadar formalitas administratif. Pilihan co-author yang tepat bisa mempercepat proses penulisan, memperkuat kualitas naskah, dan menghindarkan konflik di kemudian hari. Sayangnya, banyak mahasiswa baru memikirkan soal co-author setelah naskah hampir selesai — padahal idealnya ini dibicarakan sejak awal.
Dalam publikasi ilmiah, co-author biasanya adalah pihak yang ikut berkontribusi pada penelitian, baik dari sisi bimbingan konsep, metodologi, analisis data, maupun revisi naskah. Keterlibatan co-author yang kompeten juga sering meningkatkan kepercayaan reviewer terhadap kualitas naskah, terutama jika co-author memiliki rekam jejak publikasi di bidang yang sama.
Untuk publikasi jurnal yang menjadi pengganti skripsi S1, co-author yang paling umum adalah dosen pembimbing tugas akhir. Ini masuk akal karena dosen pembimbing sudah memahami penelitian sejak awal dan biasanya diwajibkan institusi untuk dilibatkan. Selain dosen pembimbing, beberapa kampus juga membuka opsi co-author dari dosen penguji atau peneliti lain yang relevan dengan topik penelitian.
Pastikan co-author benar-benar memahami bidang penelitian yang diangkat. Co-author yang relevan secara keilmuan akan lebih mudah memberi masukan substantif, bukan sekadar menandatangani naskah.
Dosen atau peneliti yang sudah pernah publikasi di jurnal terakreditasi Sinta umumnya lebih memahami alur submit, revisi, hingga komunikasi dengan editor jurnal. Pengalaman ini bisa sangat membantu terutama saat naskah mendapat catatan revisi dari reviewer.
Urutan nama penulis (penulis pertama, kedua, dan seterusnya) sebaiknya disepakati di awal berdasarkan kontribusi masing-masing pihak, bukan diputuskan mendadak menjelang submit. Kesepakatan ini idealnya didiskusikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sampaikan rencana publikasi sedini mungkin, idealnya sejak proposal penelitian disetujui. Jelaskan target jurnal yang dituju, perkiraan timeline, dan peran yang diharapkan dari dosen pembimbing. Komunikasi yang jelas di awal akan memudahkan proses penyusunan naskah hingga tahap submit.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain: mencantumkan co-author tanpa persetujuan atau sepengetahuan yang bersangkutan, tidak mendiskusikan pembagian kontribusi sejak awal, serta menunda komunikasi hingga mendekati deadline submit sehingga co-author tidak sempat memberi masukan yang berarti.
Memilih co-author yang tepat dan mengomunikasikan rencana publikasi sejak dini akan membuat proses publikasi jurnal jauh lebih lancar. Jika Anda butuh pendampingan proses publikasi setelah co-author disepakati, tim Kilat Publikasi siap membantu dari tahap naskah hingga terbit. Konsultasi gratis sekarang untuk mendiskusikan kebutuhan publikasi jurnal Anda.