Beranda / Blog / Cara Menyusun Abstrak Jurnal agar Dilirik Reviewer
Blog

Cara Menyusun Abstrak Jurnal agar Dilirik Reviewer

Dipublikasikan 2026-08-22 · Tim Kilat Publikasi

Abstrak sering dianggap bagian kecil dari naskah jurnal, padahal ini yang pertama kali dibaca reviewer dan editor untuk memutuskan apakah naskah layak masuk proses review lebih lanjut. Abstrak yang berantakan bisa membuat kesan pertama naskah Anda buruk, walau isi penelitiannya sebenarnya kuat. Berikut cara menyusun abstrak jurnal yang jelas dan enak dibaca reviewer.

1. Pahami Struktur IMRAD dalam Abstrak

Sebagian besar jurnal mengharapkan abstrak mengikuti alur IMRAD singkat: latar belakang masalah (Introduction), metode penelitian (Method), temuan utama (Result), dan implikasi atau kesimpulan (Discussion). Menulis abstrak tanpa alur ini sering membuat reviewer kesulitan menangkap kontribusi penelitian hanya dari satu paragraf.

2. Tulis Setelah Naskah Utama Selesai, Bukan Sebelumnya

Banyak mahasiswa menulis abstrak di awal, sebelum penelitian dan pembahasan benar-benar rampung. Akibatnya, abstrak sering tidak mencerminkan isi naskah yang sebenarnya. Cara yang lebih aman adalah menulis abstrak terakhir, setelah seluruh bagian naskah — termasuk hasil dan pembahasan — sudah final.

3. Hindari Klaim yang Tidak Didukung Data di Bagian Naskah

Abstrak bukan tempat untuk melebih-lebihkan temuan. Setiap klaim yang disebutkan di abstrak harus bisa ditelusuri balik ke bagian hasil dan pembahasan pada naskah utama. Reviewer yang berpengalaman biasanya langsung mengecek konsistensi ini, dan ketidaksesuaian bisa menimbulkan pertanyaan soal kredibilitas naskah secara keseluruhan.

4. Perhatikan Batas Kata dan Gaya Selingkung Jurnal Tujuan

Setiap jurnal punya batas kata dan gaya penulisan abstrak yang berbeda — ada yang meminta 150 kata, ada yang sampai 250 kata, terstruktur atau naratif. Aturan ini biasanya ada di author guidelines jurnal tujuan. Kami sudah membahas pentingnya memverifikasi jurnal tujuan sejak awal di artikel Cara Cek Jurnal Predator Sebelum Submit Naskah, yang juga mencakup cara membaca aim and scope serta panduan penulisnya.

5. Cek Similarity Abstrak Secara Terpisah

Abstrak yang ditulis ulang dari abstrak penelitian sejenis, meski dengan sedikit perubahan kata, tetap berisiko terdeteksi similarity tinggi. Sebelum submit, sebaiknya abstrak juga dicek similarity-nya secara terpisah dari isi naskah utama. Penjelasan lebih lengkap soal batas aman similarity ada di artikel Batas Similarity Turnitin untuk Jurnal: Berapa Aman?.

Abstrak yang Kuat, Langkah Awal Naskah yang Kuat

Abstrak yang jelas dan sesuai kaidah akan membuat reviewer lebih mudah memahami kontribusi penelitian Anda sejak paragraf pertama. Jika Anda butuh pendampingan menyusun naskah jurnal dari abstrak hingga submit — termasuk pemilihan jurnal yang sesuai bidang ilmu — tim Kilat Publikasi siap membantu. Hubungi kami untuk konsultasi gratis kebutuhan publikasi jurnal Anda.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬