Dipublikasikan 2026-09-04 · Tim Kilat Publikasi
Saat menyusun rekap internal atas 16.774 jurnal terdaftar di SINTA, tim kami membandingkan tier yang tampil di setiap profil jurnal dengan riwayat SK Akreditasi resminya satu per satu. Hasilnya cukup mengejutkan: 2.669 jurnal masih menampilkan tier (S1-S6) di profilnya, padahal riwayat akreditasi resminya sudah berhenti sebelum 2026. Artinya, badge tier yang terlihat di halaman jurnal atau di listing pencarian belum tentu mencerminkan status akreditasi yang masih berlaku saat ini.
SK Akreditasi dari Kemdikbud (via ARJUNA) punya masa berlaku dengan tanggal mulai dan berakhir yang jelas. Kalau pengelola jurnal telat atau belum mengajukan reakreditasi tepat waktu, riwayat resminya berhenti — tapi info tier yang sudah lama tercantum di halaman jurnal atau tersebar di berbagai listing tidak otomatis ikut diperbarui. Bagi pembaca sekilas, jurnal itu masih terlihat "ber-tier" seperti biasa.
Kalau tujuan publikasimu terikat syarat administratif tertentu — misalnya syarat sidang S2/S3 atau kenaikan pangkat dosen — submit ke jurnal yang riwayat akreditasinya sudah berhenti berisiko publikasimu tidak diakui sesuai kebutuhan, meski proses review dan terbitnya berjalan normal. Proses submit-review jurnal ilmiah biasanya memakan waktu berbulan-bulan, jadi kesalahan pilih jurnal di tahap ini cukup mahal ongkosnya.
Buka halaman resmi ARJUNA Kemdikbud dan cari jurnal yang dituju, lalu lihat tanggal berlaku SK Akreditasi terbarunya. Ini sumber yang lebih bisa dipercaya dibanding badge tier yang tercantum di homepage jurnal, karena badge itu sering kali memang tidak diperbarui pengelola jurnal.
Jurnal yang riwayat akreditasinya baru saja berhenti biasanya juga menunjukkan pola perubahan tier yang perlu dipahami polanya sebelum kamu memutuskan submit.
Sebagian jurnal dengan riwayat akreditasi bermasalah juga tumpang tindih dengan kasus website yang sudah tidak bisa diakses — dua sinyal ini sering muncul berbarengan dan sama-sama perlu diverifikasi manual.
Tim Kilat Publikasi mengecek riwayat akreditasi resmi setiap jurnal langsung dari sumbernya sebelum merekomendasikan pilihan ke klien — bukan sekadar mengandalkan tier yang tertulis di halaman jurnal. Kalau kamu ingin tahu lebih dulu cara cek akreditasi jurnal secara mandiri, silakan baca panduannya di blog ini, atau konsultasikan langsung kebutuhan publikasimu ke Kilat Publikasi supaya tidak salah pilih jurnal.