Dipublikasikan 2026-08-15 · Tim Kilat Publikasi
Aturan soal publikasi jurnal untuk mahasiswa S2/S3 sering bikin bingung karena informasinya simpang siur — sebagian bilang wajib terbit jurnal sebelum sidang tesis atau disertasi, sebagian lagi bilang sudah tidak wajib lagi. Mana yang benar, dan bagaimana cara memastikan syarat yang berlaku di kampus Anda? Artikel ini merangkum aturan nasional terbaru sekaligus kondisi riil di lapangan.
Selama bertahun-tahun, mahasiswa magister diwajibkan menerbitkan makalah di jurnal ilmiah terakreditasi, dan mahasiswa doktor diwajibkan menerbitkan di jurnal internasional bereputasi sebagai syarat kelulusan. Aturan ini kemudian berubah, tapi perubahannya tidak otomatis berlaku sama di semua kampus — sehingga mahasiswa yang bertanya ke senior angkatan sebelumnya atau mencari informasi lama di internet bisa mendapat jawaban yang sudah tidak relevan.
Lewat Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, kewajiban publikasi jurnal sebagai syarat kelulusan mahasiswa S2 dan S3 secara nasional dihapus. Mahasiswa magister dan doktor tetap wajib menyusun tugas akhir (tesis/disertasi) berkualitas dan mempertahankannya dalam sidang, tapi publikasi ke jurnal tidak lagi jadi syarat mutlak dari pemerintah pusat. Ini kebalikan dari aturan sebelumnya yang mewajibkan publikasi terakreditasi untuk S2 dan jurnal internasional bereputasi untuk S3.
Permendikbudristek 53/2023 memberi keleluasaan ke tiap perguruan tinggi untuk menentukan kebijakan turunannya sendiri — dan banyak kampus memilih tetap mempertahankan syarat publikasi, baik sebagai syarat sidang, syarat yudisium, atau sekadar syarat tambahan untuk nilai/SKS. Alasannya bermacam-macam: menjaga reputasi akademik program studi, memenuhi indikator kinerja institusi, atau memang sudah jadi budaya akademik di fakultas tertentu. Artinya, aturan nasional yang lebih longgar tidak serta-merta menghapus kewajiban di level kampus Anda.
Karena kebijakan berbeda-beda per institusi bahkan per program studi, langkah paling aman adalah cek langsung ke tiga sumber ini: pedoman akademik/tesis terbaru dari program studi, buku panduan dari bagian akademik fakultas, dan konfirmasi tertulis dari dosen pembimbing atau koordinator prodi. Jangan hanya mengandalkan informasi dari senior, karena kebijakan bisa berubah antar angkatan. Kalau kampus Anda masih mewajibkan publikasi, biasanya yang diminta cukup bukti submit atau Letter of Acceptance (LOA), bukan artikel yang sudah benar-benar terbit — tapi ini juga perlu dikonfirmasi karena ketentuannya berbeda-beda.
Kalau memang diwajibkan, mulai proses publikasi jauh sebelum jadwal sidang — idealnya begitu bab hasil penelitian selesai, jangan menunggu draft tesis 100% rampung. Pilih tingkat jurnal yang realistis dengan waktu yang tersisa: Sinta 4-6 umumnya lebih cepat prosesnya dibanding Sinta 1-3, yang cocok untuk mahasiswa yang dikejar tenggat. Pastikan juga naskah sudah melalui pengecekan plagiarisme dan sesuai template jurnal tujuan sebelum submit, supaya tidak bolak-balik revisi yang memakan waktu.
Kilat Publikasi (dikelola PT Mentor Kilat Indonesia, NIB 0208260068968) membantu mahasiswa S2/S3 yang butuh publikasi cepat dan terarah untuk syarat sidang — mulai dari matching jurnal sesuai bidang dan tenggat waktu, proses submit, sampai pendampingan hingga terbit. Semua proses berjalan online sepenuhnya sehingga bisa dikerjakan dari mana saja, dan didukung garansi uang kembali 100% atau ganti jurnal setara jika naskah ditolak. Lihat pilihan levelnya di halaman layanan Sinta 4 atau cara kerja lengkap kami.
Secara nasional, publikasi jurnal sudah tidak lagi wajib jadi syarat kelulusan S2/S3 sejak Permendikbudristek 53/2023 — tapi banyak kampus tetap memberlakukannya lewat kebijakan internal, jadi konfirmasi langsung ke program studi tetap wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan. Kalau kampus Anda memang mensyaratkan publikasi dan waktu sudah mepet, baca juga panduan kami soal publikasi jurnal pengganti skripsi S1 untuk memahami pola serupa di jenjang sarjana, atau langsung konsultasikan kebutuhan Anda ke tim kami.
Artikel Terkait
Butuh bantuan langsung? Konsultasi gratis via WhatsApp.