Beranda / Blog / 5 Kesalahan Umum Mahasiswa Submit Jurnal Pertama Kali
Blog

5 Kesalahan Umum Mahasiswa Submit Jurnal Pertama Kali

Dipublikasikan 2026-08-21 · Tim Kilat Publikasi

Bagi banyak mahasiswa, submit jurnal ilmiah untuk pertama kali terasa seperti masuk ke wilayah asing. Prosesnya berbeda jauh dari mengumpulkan tugas kuliah biasa, dan satu kesalahan kecil bisa membuat naskah ditolak di tahap awal atau prosesnya molor berbulan-bulan. Berikut lima kesalahan yang paling sering terjadi, supaya Anda bisa menghindarinya sejak awal.

1. Tidak Mengecek Kesesuaian Ruang Lingkup Jurnal

Kesalahan paling umum adalah mengirim naskah ke jurnal yang topiknya tidak sesuai dengan fokus atau ruang lingkup (scope) jurnal tersebut. Editor biasanya langsung menolak (desk reject) naskah semacam ini tanpa masuk proses review, karena dianggap tidak relevan dengan pembaca jurnal itu. Sebelum submit, selalu baca "aim and scope" jurnal dan bandingkan dengan beberapa artikel yang sudah terbit di sana.

2. Mengabaikan Format Template dan Gaya Selingkung

Setiap jurnal punya template dan gaya selingkung (author guidelines) sendiri: format sitasi, struktur bab, jumlah kata, hingga cara penulisan tabel dan gambar. Naskah yang tidak mengikuti template ini sering dikembalikan untuk diperbaiki dulu sebelum masuk antrean review, sehingga membuang waktu yang sebenarnya bisa dihindari.

3. Tidak Memeriksa Tingkat Similarity Sebelum Submit

Banyak mahasiswa baru sadar naskahnya punya tingkat kemiripan (similarity) tinggi setelah ditolak jurnal. Padahal ini bisa dicek lebih dulu. Kami sudah membahas detailnya di artikel Batas Similarity Turnitin untuk Jurnal: Berapa Aman? — pastikan Anda membaca ini sebelum submit naskah pertama Anda.

4. Terburu-buru Memilih Jurnal Tanpa Verifikasi

Tekanan deadline sering membuat mahasiswa asal pilih jurnal yang terlihat "cepat terbit". Sayangnya, sebagian jurnal semacam ini berisiko predator: proses review nyaris tidak ada, tapi biaya publikasi tetap ditagih. Cara memverifikasi jurnal yang aman sudah kami rangkum di Cara Cek Jurnal Predator Sebelum Submit Naskah.

5. Tidak Menyiapkan Dokumen Pendukung Sejak Awal

Surat pengantar, lembar orisinalitas, hingga data pendukung penelitian sering baru disiapkan setelah naskah diterima — padahal banyak jurnal memintanya sejak tahap submit. Menyiapkan seluruh dokumen pendukung di awal akan mempercepat keseluruhan proses dan mengurangi bolak-balik dengan editor.

Submit Jurnal Tanpa Was-was

Menghindari lima kesalahan di atas akan menghemat waktu dan energi Anda secara signifikan. Jika Anda ingin proses submit berjalan lebih terarah — dari pemilihan jurnal yang sesuai hingga pengecekan similarity — tim Kilat Publikasi siap membantu mahasiswa maupun dosen menyiapkan naskah dengan benar sejak awal. Hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan publikasi jurnal Anda.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬