Dipublikasikan 2026-10-06 · Tim Kilat Publikasi
Saat artikel dinyatakan diterima (accepted) oleh jurnal, penulis biasanya diminta menandatangani satu dokumen sebelum artikel benar-benar diterbitkan: Copyright Transfer Agreement, atau sering disingkat CTA. Banyak mahasiswa dan dosen menandatangani dokumen ini tanpa benar-benar membacanya — padahal isinya menentukan hak apa saja yang masih dimiliki penulis atas karyanya sendiri setelah terbit.
Copyright Transfer Agreement adalah perjanjian tertulis antara penulis dan penerbit jurnal yang mengatur pengalihan sebagian atau seluruh hak cipta atas artikel ke penerbit, sebagai syarat artikel tersebut diterbitkan. Begitu CTA ditandatangani, penerbit umumnya memegang hak eksklusif untuk mendistribusikan, memperbanyak, atau menerbitkan ulang artikel tersebut dalam bentuk apa pun.
Dokumen ini berbeda dengan Letter of Acceptance (LoA). LoA hanya menyatakan artikel diterima, sementara CTA adalah perjanjian hukum soal kepemilikan hak atas karya tersebut.
Beberapa penerbit mengizinkan penulis tetap mengunggah versi tertentu (misalnya versi sebelum tata letak akhir) ke repositori institusi atau server preprint, sementara penerbit lain melarangnya sama sekali. Tanpa membaca CTA, penulis bisa tanpa sadar melanggar perjanjian yang sudah ditandatangani sendiri.
Kalau suatu saat artikel ingin dipakai ulang sebagian — misalnya dikutip panjang di buku atau dimasukkan ke tesis — ketentuan di CTA menentukan izin apa yang masih dibutuhkan dari penerbit.
Di jurnal open access, umumnya penulis tetap memegang hak cipta dan memberi lisensi penggunaan (misalnya lisensi Creative Commons) kepada penerbit, bukan mengalihkan hak cipta secara penuh. Ini jauh berbeda dengan model CTA transfer penuh yang biasa dipakai jurnal berbasis subscription.
Pastikan jurnal tujuan memang jurnal resmi dan bukan predatory journal yang memakai dokumen serupa CTA hanya sebagai formalitas tanpa proses review yang jelas. Baca juga klausul soal lisensi pemakaian ulang, hak penulis untuk tetap mencantumkan nama di publikasi turunan, dan apakah ada batasan waktu embargo sebelum artikel bisa diunggah ke repositori lain.
Copyright Transfer Agreement bukan sekadar formalitas administratif — isinya menentukan hak penulis atas karyanya sendiri di masa depan. Kalau kamu masih bingung membedakan jurnal resmi dari yang abal-abal, atau butuh pendampingan dari submit sampai artikel benar-benar terbit, tim Kilat Publikasi siap membantu. Lihat cara kerja kami atau langsung hubungi kami untuk konsultasi gratis.