Dipublikasikan 2026-10-15 · Tim Kilat Publikasi
Bagi mahasiswa yang penelitiannya melibatkan manusia, hewan, atau data pribadi responden — misalnya kuesioner, wawancara, uji klinis, atau observasi di fasilitas kesehatan — banyak jurnal (terutama bidang kesehatan, psikologi, dan sosial) mewajibkan lampiran ethical clearance sebelum naskah diproses lebih lanjut. Sayangnya dokumen ini masih sering baru disadari mendekati deadline submit, padahal mengurusnya butuh waktu.
Ethical clearance (kadang disebut juga ethical approval atau persetujuan etik) adalah surat resmi dari komite/komisi etik penelitian yang menyatakan bahwa desain penelitian sudah ditinjau dan dinyatakan aman serta layak secara etika, termasuk soal perlindungan hak dan kerahasiaan subjek penelitian. Komite ini biasanya ada di tingkat fakultas, kampus, atau rumah sakit/institusi kesehatan, tergantung bidang dan lokasi penelitian dilakukan.
Beberapa jurnal bidang sosial-humaniora dengan metode survei umum juga mulai meminta dokumen ini, meski levelnya bisa lebih sederhana dibanding bidang kesehatan. Kebijakan tiap jurnal berbeda-beda, jadi mengecek panduan penulis (author guidelines) jurnal tujuan di awal akan menghindarkan kejutan di tahap akhir.
Ethical clearance biasanya menjadi satu paket dengan dokumen pendukung lain yang diminta sistem OJS, dan sering ditanyakan ulang oleh reviewer saat tahap double-blind review jika penjelasannya di naskah kurang jelas. Menyiapkannya sejak awal — bukan hanya saat diminta reviewer — akan mempercepat keseluruhan proses revisi.
Kilat Publikasi membantu mahasiswa dan dosen menyiapkan kelengkapan dokumen submission, termasuk pengecekan apakah jurnal tujuan mewajibkan ethical clearance atau tidak. Konsultasi gratis dulu untuk cek kebutuhan naskahmu, atau lihat cara kerja pendampingannya di sini.