Beranda / Blog / Revisi Minor vs Mayor Jurnal: Apa Bedanya?
Blog

Revisi Minor vs Mayor Jurnal: Apa Bedanya?

Dipublikasikan 2026-10-14 · Tim Kilat Publikasi

Setelah naskah lolos tahap peer review, jarang ada artikel yang langsung diterima tanpa catatan. Yang lebih sering terjadi adalah editor mengirim status "revision required" — dan di sinilah banyak penulis pemula bingung: apakah ini revisi minor atau revisi mayor, dan apa bedanya buat langkah selanjutnya?

Revisi Minor: Perbaikan Permukaan

Revisi minor biasanya menyasar hal-hal yang tidak mengubah inti temuan penelitian. Contoh umum yang sering diminta reviewer:

  • Perbaikan tata bahasa, ejaan, atau konsistensi istilah
  • Penambahan beberapa referensi pendukung yang masih relevan
  • Klarifikasi kalimat yang ambigu di bagian pembahasan
  • Perbaikan format tabel, grafik, atau penomoran sitasi
  • Penjelasan singkat tambahan di bagian metode tanpa mengubah desain penelitian

Waktu pengerjaan revisi minor umumnya singkat karena tidak memerlukan pengambilan data ulang atau analisis tambahan yang berat. Banyak jurnal memberi tenggat yang lebih pendek untuk kategori ini dibanding revisi mayor.

Revisi Mayor: Perbaikan Substansial

Revisi mayor menyentuh bagian inti dari penelitian. Beberapa contoh permintaan yang masuk kategori ini:

  • Penambahan analisis statistik atau pengujian tambahan
  • Perubahan atau perluasan kerangka teori yang dipakai
  • Permintaan data atau sampel tambahan untuk memperkuat kesimpulan
  • Penyusunan ulang struktur argumen di bagian hasil dan pembahasan
  • Klarifikasi mendalam atas metodologi yang dianggap kurang kuat oleh reviewer

Karena cakupannya lebih luas, revisi mayor wajar memakan waktu lebih lama dan kadang perlu diskusi dengan co-author atau dosen pembimbing sebelum dikerjakan.

Cara Merespons Kedua Jenis Revisi

Apa pun jenis revisinya, ada kebiasaan yang sama-sama penting:

  • Catat setiap poin reviewer satu per satu, jangan digabung jadi satu paragraf jawaban
  • Tulis response letter yang menjelaskan apa yang diubah dan di halaman/baris mana perubahannya ada di naskah
  • Jika tidak setuju dengan satu poin reviewer, boleh menjelaskan alasan ilmiahnya secara sopan — bukan sekadar menolak tanpa argumen
  • Perhatikan tenggat waktu revisi yang diberikan editor; keterlambatan tanpa komunikasi bisa membuat naskah dianggap ditarik

Bagian cover letter saat submission awal dan response letter saat revisi sebenarnya punya fungsi yang mirip: keduanya adalah "jembatan komunikasi" antara penulis dan tim editorial jurnal.

Kapan Perlu Bantuan Tambahan?

Revisi mayor yang berulang atau catatan reviewer yang terasa berat untuk dikerjakan sendiri adalah momen yang wajar untuk mencari pendampingan. Baca juga panduan lengkap langkah tepat merespons revisi jurnal dan pastikan dokumen pendukung sudah lengkap sebelum naskah dikirim ulang ke jurnal.

Kilat Publikasi membantu mahasiswa dan dosen menyiapkan naskah dari awal submission sampai tahap revisi, termasuk menyusun response letter yang sistematis. Konsultasi gratis dulu untuk cek kondisi naskahmu, atau lihat cara kerja pendampingannya di sini.

Butuh Bantuan Publikasi Jurnal?

Konsultasi gratis sekarang, tim kami siap bantu carikan jurnal yang tepat untuk Anda.

💬 Chat via WhatsApp Sekarang
💬