Dipublikasikan 2026-10-14 · Tim Kilat Publikasi
Setelah naskah lolos tahap peer review, jarang ada artikel yang langsung diterima tanpa catatan. Yang lebih sering terjadi adalah editor mengirim status "revision required" — dan di sinilah banyak penulis pemula bingung: apakah ini revisi minor atau revisi mayor, dan apa bedanya buat langkah selanjutnya?
Revisi minor biasanya menyasar hal-hal yang tidak mengubah inti temuan penelitian. Contoh umum yang sering diminta reviewer:
Waktu pengerjaan revisi minor umumnya singkat karena tidak memerlukan pengambilan data ulang atau analisis tambahan yang berat. Banyak jurnal memberi tenggat yang lebih pendek untuk kategori ini dibanding revisi mayor.
Revisi mayor menyentuh bagian inti dari penelitian. Beberapa contoh permintaan yang masuk kategori ini:
Karena cakupannya lebih luas, revisi mayor wajar memakan waktu lebih lama dan kadang perlu diskusi dengan co-author atau dosen pembimbing sebelum dikerjakan.
Apa pun jenis revisinya, ada kebiasaan yang sama-sama penting:
Bagian cover letter saat submission awal dan response letter saat revisi sebenarnya punya fungsi yang mirip: keduanya adalah "jembatan komunikasi" antara penulis dan tim editorial jurnal.
Revisi mayor yang berulang atau catatan reviewer yang terasa berat untuk dikerjakan sendiri adalah momen yang wajar untuk mencari pendampingan. Baca juga panduan lengkap langkah tepat merespons revisi jurnal dan pastikan dokumen pendukung sudah lengkap sebelum naskah dikirim ulang ke jurnal.
Kilat Publikasi membantu mahasiswa dan dosen menyiapkan naskah dari awal submission sampai tahap revisi, termasuk menyusun response letter yang sistematis. Konsultasi gratis dulu untuk cek kondisi naskahmu, atau lihat cara kerja pendampingannya di sini.